Be A Happy Single?

Masya Alloh... Ahad pagi...diundang untuk datang ke sebuah acara, yang sifatnya "wajib hadir". Penasaran, karena selama ini, acara "wajib" seperti ini, selalu disertai dengan gambaran acara secara lengkap. Tapi tidak untuk yang ini...Acara kali ini hanya disampaikan dengan singkat, di akhir sebuah acara...bahkan aku sudah bersiap mengendarai "soulmate"-ku...untuk melanjutkan perjalanan. Tapi ya sudahlah..."tsiqoh"...inilah yang selama ini membuat ikatan ukhuwah yang terjalin diantara kami selalu bersemi merekah.

Datang terlambat 15 menit...sambil senyum-senyum ngisi presensi. Begitu duduk, langsung disodori 2 lembar angket dengan catatan harus diisi sekarang juga, dan langsung dikumpul ke panitia. Baiklah..

Lembar pertama berisikan angke A dan B. Rupanya, ada tiga angket yang harus kuisi, angket A, B dan C.
Kuikuti saja satu demi satu pertanyaan yang ada. Kira-kira seputar ini pertanyaannya..:
Pertama, apakah anda tetap bersemangat dan selalu merasakan hari-hari anda bermakna meski anda masih melajang?

Kedua, apakah anda merasa hari-hari berlalu begitu cepat dan anda menikmati prestasi demi prestasi selama rentang waktu tersebut?

Ketiga, apakah anda merasa senang bergaul dengan rekan-rekan anda dari pada menghabiskan waktu luang dengan menyendiri di rumah?

Seperti itulah. Yang pasti, kesimpulan dari angket ini adalah, "Apakah saya seorang lajang yang berbahagia?"
Waduh, berat juga ternyata tema pembahasan acara yang wajib aku hadiri ini. Dalam hati aku bertanya, apa beliau yang mewajibkanku datang keacara ini, melihatku sebagai lajang yang tak berbahagia? :) hmmm...bisa jadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar