MER C Akan Jalankan Misi Recovery

Kamar Berita Radio MQ FM Jogjakarta
Ahad, 16 Februari 2008, jam 11.45
Reporter : Tisha Aulia

Gaza Adalah Inspirasi Persatuan Umat
Jogjakarta-Radio MQ - Sahabat MQ, peristiwa Gaza telah menjadi Inspirasi untuk persatuan Umat dan untuk menyatukan langkah perjuangan. Melalui peristiwa ini kita mengetahui, bahwa apa yang telah Israel lakukan terhadap Gaza adalah sebuah kebiadaban. Dan dunia pun bereaksi keras. Gelombang demonstrasi terjadi di Asia, Eropa, Amerika Latin dan hampir di seluruh dunia. Pernyataan tersebut terungkap di sela diskusi "Spirit To Gaza Recovery", yang dilaksanakan Ahad (15/2) kemarin, di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada. Dalam kesempatan tersebut Jose juga menceritakan sekilas perjalanannya selama 8 hari di Gaza.

"Semua yang terkena peluru maupun bom, tidak pernah ada yang mengeluh dengan kata-kata kasar ataupun jorok. Akan tetapi mereka justru melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, dan itu adalah ayat-ayat jihad", kata Ketua Medical Emergency Rescue Comittee atau MER-C, dr. Jose Rizal Jurnalis Sp.OT.

Menurut Jose, korban kebiadaban Israel di Palestina sangat luar biasa. "Ada dua hal yang harus dicatat terkait dengan korban Gaza. Pertama, bom phospor yang digunakan Israel memberikan efek luka bakar sangat dalam. Derajat panasnya hampir mencapai 1000 derajat celcius, dan jika mengenai tubuh bisa langsung gosong. Kedua, Israel juga menggunakan senjata yang kalau pecah, lempengannya bisa langsung memotong tngkai dan merusak sistem syaraf lunak. Senjata ini digunakan memang sengaja untuk membuat cacat", uangkap Jose.

MER-C Akan Jalankan Misi Recovery
MER C- sendiri akan terus mengirim relawan ke Gaza untuk misi recovery. Hingga saat ini, 4 relawan Mer C masih bertahan di Gaza meneruskan tugas kemanusiaannya. Mereka adalah dr.Arief Rachman, dr. Dany Kurniadi Ramdhan, dr. Abdillah Onim, dan Bambang. Rencana program recovery yang akan dilakukan oleh Mer C diantaranya adalah pembangunan fasilitas medis berupa Rumah Sakit Permanen di Gaza, serta pengiriman tenaga medis berskala sesuai dengan kebutuhan. Jose menjelaskan, untuk Rumah Sakit sendiri Mer C telah mempersiapkan dana sebesar 20 Milyar rupiah. "Dana yang sudah kita persiapkan 20 Milyar. 10 Milyar murni dari MER-C yang berasal dari mantuan masyarakat, baru 10 Milyar sisanya dari Pemerintah Indonesia", imbuh Jose. Nota Kesepahaman atau MoU untuk rencana pembangunan rumah sakit permanen ini telah ditandatangani 24 Januari lalu, di Kota Gaza Palestina.

Program recovery MER C ini, rencananya akan segera dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi Gaza, dan besaran bantuan dari masyarakat Indonesia. Mer C juga masih akan terus melakukan misi kemanusiaan hingga 1 bahkan 2 tahun ke depan sesuai dengan kebutuhan. Mer C akan memprioritaskan rencana pembangunan Rumah Sakit Traumatologi dan rehabilitasi secepatnya untuk korban cacat di Gaza. Jose juga menghimbau kepada masyarakat untuk terus menyalurkan bantuan dan mendoakan saudara muslim Palestina di Gaza

Pertolongan Alloh Sangat Dekat
Dalam wawancaranya bersama MQ Jose menjelaskan, kemungkinan pengiriman bantuan personil mujahid masih sangat sulit dilakukan karena akses yang terbatas. "Sulit untuk masuk kesana, semoga suatu saat bisa Insya Alloh, dan itu harus dicita-citakan", kata Jose. Jose menambahkan, selama 8 hari di Gaza beliau memperoleh pelajaran yang sangat berharga. "Pertolongan Alloh itu betul-betul nyata adanya. Hamas hanya mempunyai AK-47 dan RPG, sementara yang dilawan adalah F-16 dan tank terbaik di dunia. Akan tetapi Hamas berhasil menghadang dan menahan laju tentara Israel yang merupakan tentara nomor 5 terkuat di dunia. Dan itu tidak mungkin tanpa bantuan Alloh. Hanya dengan kekuasaan Alloh saja", tutur Jose, menutup perbincangan kami. (t.a)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar