
Rabu, 11 Maret 2009, 17:30
31 Kampung Di Kota Yogyakarta, Kumuh
31 Kampung Di Kota Yogyakarta, Kumuh
Sahabat MQ, dari 45 kelurahan yang ada di Yogyakarta, 31 kelurahan diantaranya tergolong perkampungan kumuh. Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan akan membangun sarana public dan perumahan susun, untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ketua PUsat kajian dan Permukiman Teknik Arsitektur dan Perencanaan Universitas gadjah Mada Yogyakarta –Budi Prayitno- mengatakan, 14 kelurahan yang tergolong kumuh yang berada dibantaran sungai Gajah Wong, Code dan Winongo yang melintasi Kota Yogyakarta antara lain adalah Kelurahan Bener, Tegalrejo, Notoprajan, Gowongan, Tegal Panggung, Suryatmajan, Brontokusuman, Warung Boto, Rejowinangun, Pandeyan, dan Giwangan, Disusul dengan 4 kelurahan lain di kawasan pinggiran kota, diantaranya adalah Purbayan, Suryodiningratan, dan Giwangan. Wilayah tersebut masih ditambah dengan 10 kelurahan di Pusat Kota, 3 Kelurahan di pinggiran rel, serta 1 kelurahan di dekat pasar, yaitu Kelurahan Keparakan, Kecamatan Mergangsan.
--
Sementara itu Kepala Dinas Pemukiman Prasarana dan Wilayah Kota Yogyakarta –Eko Suryo Maharsono- mengatakan, pembangunan sarana dan prasarana di wilayah perkotaan diprioritaskan untuk kawasan kumuh, guna mengantisipasi jurang perbedaan antara yang miskin dan yang kaya. Dengan demikian, konflik horizontal yang dipicu kesenjangan ekonomi dapat dihindarkan. Reporter MQ FM Izan El Hakim melaporkan, sarana yang harus diprioritaskan saat ini adalah fasilitas MCK yang memadai, termasuk juga fasilitas public lain seperti jalan dan tempat pengolahan air limbah. Izan el Hakim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar