Focus On Spot, Ahad, 5 April 2009 Jam 14.00 WIB
Prospek Perbankan Syariah Di Jogja Sangat Cerah, Hanya Terganjal Sosialisasi
Sahabat MQ prospek perbankan syariah di Jogjakarta sangat cerah. Hanya saja, hingga saat ini diantara kendala terbesar yang dihadapi perbankan syariah dalam memperluas perkembangannya, adalah minimmya sosialisasi kepada masyarakat akan system dan produk perbankan syariah itu sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Cabang Bank BTN Syariah Yogyakarta -Bahri Kurniadi, di sela pengajian bersama anak-anak pondok pesantren Abdul Fatah, yang digelar dalam rangka Ulang tahun ke 4 BTN Syariah Cabang Yogyakarta.
Bahri menjelaskan, lahirnya Undang-Undang Perbankan Syariah Juni 2008 lalu sangat membantu upaya pengembangan perbankan syariah. Karena dengan Undang-Undang tersebut, perbankan syariah telah memiliki panduan operasional untuk melangkah. Menurut Bahri, salah satu produk pelayanan yang memiliki potrensi cukup besar adalah Kredit Perumahan Rakyat. Hanya saja, penyedia modal dan developer dalam penggarapannya sejauh ini, masih terganjal oleh masalah perijinan khususnya IMB, yang memakan waktu lama. Untuk itu pihaknya berharap, ada sinergi dan kerjasama yang baik antara pihak bank, developer, dan pemerintah setempat. Bahri menambahkan, diantara langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan membicarakannya melalui asosiasi perbankan syariah atau Asbisindo Yogyakarta dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah –BMPD.
Lebih lanjut Bahri menjelaskan, trend perkembangan perbankan syariah di Indonesia khususnya di Yogyakarta sangat tinggi. Di Jogja sendiri, angka pertumbuhannya tahun 2007 lalu mencapai 60 persen, dan tertinggi di Indonesia. Bahri berharap, sosialisasi intensif mengenai system dan produk perbankan syariah akan membuat pertumbuhan bank syariah lebih baik. Tisha Aulia